PESANTREN TAHFIZH ENTREPRENEUR
TURSINA YBM PLN
1. Pendahuluan
Pesantren Tahfizh Entrepreneur
Tursina YBM PLN adalah Lembaga Pendidikan pertama berasrama yang didirikan oleh
YBM PLN pusat dalam rangka memberikan perhatian yang lebih besar kepada kaum
marginal dari seluruh Indonesia. Sebelumnya YBM PLN sudah memiliki Lembaga
Pendidikan SMK Nurul Barqi di Semarang dengan Jurusan Mekatronik, Lembaga
Pendidikan SMP Utama di Depok, Lembaga Pendidikan SMK Utama Depok dengan
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Program D1 (satu tahun) Pesantren
Teknologi dan Informatika (PETIK) di Depok, Sekolah Programmer (Pelatihan
Progammer) yang berdurasi 3 bulan dan sampai saat ini menghasilkan angkatan ke
4, serta bekerja sama dengan YPI Al Azhar memberikan pendidikan selama 6 bulan
di RGI (Rumah Gemilang Indonesia), dan tidak lama lagi akan berdiri PETIK di
Jombang Jawa TimurPesantren ini hanya menerima Santri putra. Setiap tahun
pelajaran hanya menerima maksimal 25 Santri SMP dan 25 Santri SMK yang telah
lulus seleksi. Seluruh biaya operasional Pesantren ini berasal dari YBM PLN yang
merupakan dari zakat pegawai muslim PLN (Perusahaan Listrik Negara) seluruh
Indonesia, mulai dari pembangunan Gedung pesantren sampai terkait dengan
operasional pesantren; Guru, Santri, dan kegiatan pesantren. Pesantren ini
mengangkat keunggulan utama yaitu lulusan dari pesantren ini memiliki hafalan
Alqur’an 30 Juz yang bisa diselesaikan dalam waktu empat tahun atau selama
belajar di Pesantren. Jenjang Pendidikan yang disediakan adalah SMP (Sekolah
Menengah Pertama) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).
Kurikulum jenjang Pendidikan
ini menguikuti ketentuan dari Pemerintah, Dinas Pendidikan Dasar dan Dinas
Pendidikan Menengah, dengan memberikan muatan local tambahan yang merupakan
keunggulan dari Pesantren. Lulusan pesantren ini diharapkan mereka bisa memanfaatkan
bekal dari pesantren yang dimiliki untuk kehidupan yang lebih baik bagi mereka
dengan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya untuk kepentingan pengembangan
dirinya untuk keluarga dan masyarakatnya maupun untuk persaingan mendapatkan
tempat di dunia usaha sesuai dengan kemampuannya. Bekal yang diberikan
pesantren adalah kemampuan menghafal Alqur’an dan menerapkan ajaran dan
nilai-nilai luhur Alqur’an dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan
entrepreneurship yang berguna dan berpeluang dikembangkan di wilayah asal
santri masing-masing, Kemampuan penguasaan perkembangan Informasi Teknologi
yang saat ini sangat berguna dalam kehidupan, Kemampuan Bahasa, baik Bahasa
Inggris maupun Bahasa Arab, dan tentunya dengan sikap hidup yang dilandasi
dengan tuntunan ajaran Agama Islam.
Calon Santri Pesantren ini
adalah berasal dari keluarga Dhuafa dari seluruh Indonesia, yang merupakan
perwakilan dari utusan YBM PLN Unit yang tersebar di seluruh propinsi di
Indonesia. Dengan teknis penerimaan yang diatur oleh pesantren dengan bekerjasama
dengan seluruh YBM PLN Unit dari seluruh Indonesia.
2. Sejarah Pesantren
Pendirian Pesantren ini
bermula dari seorang pewakif tanah, Ibu Imas, yang memiliki tanah seluas 1,2
hektar yang berlokasi di Kampung Joglo, Desa Cibeureum, Cisarua, Bogor, Jawa
Barat. Beliau, pada tahun 2017, menyerahkan tanahnya ke YBM PLN untuk didirikan
Pesantren. Gayungpun bersambut, YBM PLN, melalui pengurusnya, menerima wakaf
tanah tersebut untuk didirikan pesantren. Setelah semua urusan legalitas tanah
dan rencana persyaratan pembangunan Gedung selesai, YBM PLN menggandeng CSR Hub
untuk mulai mengerjakan dan menyelesaikan Gedung Pesantren mulai tahun 2018.
Alhamdulillah di awal tahun 2019, Gedung pesantren sudah selesai dan siap untuk
dimanfaatkan. Sebelum memulai menjalankan kegiatan pesantren, Pengurus YBM PLN
melakukan persiapan pendirian pesantren dengan menggandeng Kafila Consulting
dan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Jakarta untuk membantu menjadi Tim
persiapan pendirian pesantren.
Dengan waktu yang relative
singkat, Tim melakukan Benchmark kunjungan ke Sekolah-Sekolah ternama yang
telah berdiri lebih dulu dan lebih lama, yaitu ke Kampus Al Azhar Solobaru,
Pesantren Ish Karima Solo, SMK Nurul Barqi Semarang, Pesantren Ekselensia Bogor,
dan SMP/SMK Utama Depok. Berdasarkan hasil dari benchmark tersebut, pengurus
YBM PLN memutuskan mendirikan SMP dan SMK Tahfizh Entrepreneur Tursina YBM PLN
yang berjalan mulai tahun pelajaran 2019-2020. Tahun pelajaran perdana tahun
2019-2020 dimulai agak terlambat, yaitu satu bulan setelah tahun pelajaran yang
ditentukan oleh pemerintah, tepatnya Santri mulai masuk pesantren tanda tanggal
14 Agustus 2019. Selanjutnya perjalanan pesantren diawali dengan Program
orientasi Santri yang dilaksanakan selama 3 hari, dan dilanjutkan dengan
karantina Tahfizh, sebagai awal seleksi kemampuan santri baik dalam membaca
alqur’an dan kemampuan menghafal Alqur’an yang dilaksanakan dari tanggal 18
Agustus s.d. 14 September 2019. Setelah karantina selesai, pembelajaran di
kelas dimulai. Untuk tahun pelajaran 2019-2020, Santri pesantren berjumlah 37
0rang, 19 santri SMP dan 18 Santri SMK. Mereka berasal dari beberapa wilayah
Indonesia, diantaranya dari Makassar Sulawesi Selatan, Pontianak Kalimantan
Barat, Pekan Baru Riau, dan Jawa.
3. Pembangunan Pesantren
Sejarah Pesantren Pendirian
Pesantren ini bermula dari seorang pewakif tanah, Ibu Imas, yang memiliki tanah
seluas 1,2 hektar yang berlokasi di Kampung Joglo, Desa Cibeureum, Cisarua,
Bogor, Jawa Barat. Beliau, pada tahun 2017, menyerahkan tanahnya ke YBM PLN
untuk didirikan Pesantren. Gayungpun bersambut, YBM PLN, melalui pengurusnya,
menerima wakaf tanah tersebut untuk didirikan pesantren. Setelah semua urusan
legalitas tanah dan rencana persyaratan pembangunan Gedung selesai, YBM PLN
menggandeng CSR Hub untuk mulai mengerjakan dan menyelesaikan Gedung Pesantren
mulai tahun 2018. Alhamdulillah di awal tahun 2019, Gedung pesantren sudah
selesai dan siap untuk dimanfaatkan. Sebelum memulai menjalankan kegiatan
pesantren.
Pengurus YBM PLN melakukan
persiapan pendirian pesantren dengan menggandeng Kafila Consulting dan Yayasan
Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Jakarta untuk membantu menjadi Tim persiapan
pendirian pesantren. Dengan waktu yang relative singkat, Tim melakukan Benchmark
kunjungan ke Sekolah-Sekolah ternama yang telah berdiri lebih dulu dan lebih
lama, yaitu ke Kampus Al Azhar Solobaru, Pesantren Ish Karima Solo, SMK Nurul
Barqi Semarang, Pesantren Ekselensia Bogor, dan SMP/SMK Utama Depok.
Berdasarkan hasil dari
benchmark tersebut, pengurus YBM PLN memutuskan mendirikan SMP dan SMK Tahfizh
Entrepreneur Tursina YBM PLN yang berjalan mulai tahun pelajaran 2019-2020.
Tahun pelajaran perdana tahun 2019-2020 dimulai agak terlambat, yaitu satu bulan
setelah tahun pelajaran yang ditentukan oleh pemerintah, tepatnya Santri mulai
masuk pesantren tanda tanggal 14 Agustus 2019. Selanjutnya perjalanan pesantren
diawali dengan Program orientasi Santri yang dilaksanakan selama 3 hari, dan
dilanjutkan dengan karantina Tahfizh, sebagai awal seleksi kemampuan santri
baik dalam membaca alqur’an dan kemampuan menghafal Alqur’an yang dilaksanakan
dari tanggal 18 Agustus s.d. 14 September 2019. Setelah karantina selesai,
pembelajaran di kelas dimulai. Untuk tahun pelajaran 2019-2020, Santri
pesantren berjumlah 37 0rang, 19 santri SMP dan 18 Santri SMK. Mereka berasal
dari beberapa wilayah Indonesia, diantaranya dari Makassar Sulawesi Selatan,
Pontianak Kalimantan Barat, Pekan Baru Riau, dan Jawa.
Untuk saat ini Ponpes TE
Thursina telah bertransformasi menjadi MA dan MTs untuk legalitasnya
NOMOR STATISTIK PONDOKPESANTEN :
DATA MADRASAH
Doc. Sejarah Pesantren